Untuk kamu yang masih terbangun di tengah malam. Untukmu yang lelah, namun belum dapat terlelap tenang. Untukmu yang mungkin merasakan gigil, di tengah hangatnya udara malam perkotaan. Untukmu yang mungkin sedang meringkuk dengan mata sembab akibat air mata yang sempat tertahan. Untukmu yang sedang memikirkan berbagai skenario kehidupan, ataupun penyesalan. Untukmu yang sedang merasa kesepian, atau bahkan baru saja kehilangan...
Jika perasaanmu sedang tidak baik, silahkan merasa kecewa. Kau bahkan juga boleh marah. Kecewa lah, marah lah, tapi jangan pada Tuhan. Berdo'alah pada-Nya agar hati dan pikiranmu, hidupmu, lekas diberi ketenangan. Jika kau penuh penyesalan, menyesal lah, tak apa. Namun jangan berkelanjutan, cukup sebentar. Jadikan ia pelajaran bagimu agar lebih baik lagi di masa depan.
Jikalau kau ingin menangis, keluarkanlah, jangan lagi ditahan. Ini sudah tengah malam. menangislah asal tidak mengganggu dan membangunkan tidur satu kediaman. Keluarkan airmata yang kau tahan hingga kau rasa cukup. Setelah itu tariklah napas dalam, hembuskan perlahan, yakinkan bahwa dirimu akan kembali baik lagi, bahwa semuanya akan berakhir baik pada waktunya. Bahwa semua yang Ia rencanakan adalah yang terbaik bagi hidupmu. Bahwa air matamu hanyalah sedikit kecil dari aksesori kehidupan yang Ia ciptakan. Bahwa sesak yang kau rasakan hanyalah sementara, dan berdoalah agar segala kesedihan lekas Ia ganti dengan kebahagiaan.
Untukmu yang sedang merasa kesepian, atau bahkan baru kehilangan... Lihatlah sekitar, kau tak sendirian. Mungkin kau akan berpikir betapa mudah bagiku untuk hanya berkata, sekadar lewat tulisan, tanpa secara langsung merasakan. Tapi aku tahu, kau memang tak sendirian. Lihatlah lekat ke wajah orang-orang terkasih yang masih mendampingimu, berdiri tegar melewati segala cobaan. Jika pun tiada orang di sisi, jika pun tiada lagi tempatmu berbagi, Tuhanmu selalu menemani. Ia ada di tiap langkah kehidupan yang kau jalani, Ia ada dalam lubuk hati. Memohonlah padanya agar diri ini selalu Ia lingkupi dengan kasih dan karunia-Nya, agar kau selalu dipertemukan dengan orang-orang yang bersedia berjalan di sisi mu dalam sedih pun senang. Jika tak sekarang, kau hanya perlu berdoa agar waktunya segera datang. Karena Ia adalah satu-satunya pengatur skenario terbaik dalam kehidupan.
Entah untuk siapa tulisan random ini aku tujukan. Mungkin untuk diriku yang masih terjaga di depan layar laptop yang menyala, untuk jari-jari tanganku yang masih asyik menari di atas keyboard mengetikkan kata, atau mungkin untuk kamu yang saat ini sedang membaca. Malam sudah semakin larut, bergegaslah meninggalkan segala alasan - apapun itu yang membuatmu masih segar terjaga. Balut tubuhmu dengan selimut, cobalah pejamkan mata, dan jangan lupa baca do'a. Selamat malam, selamat tidur, semoga kau dikawani mimpi yang membuatmu terbangun dalam bahagia!
No comments:
Post a Comment
Feel free to comment. Please use appropriate words or sentences. Thank you.