Friday, November 27, 2015

Berlaku Apa Adanya

Share it Please
When i am in a situation where there's someone talking to me about blabla which i know that is not true, then there's two possible feedback that i'd give to that person. The first one, when i am in such a good mood - emotionally stable, i tend to just listen til the end, and tell the speaker gently that i have my own opinion regarding the topics. But. Secondly, in such a bad mood, i'll listen to reply, ready to "attack" the speaker with supporting statements saying that what the speaker told wasn't what it actually like. Yes that sometimes happen, i tend to do that, even to my lecturer, though i admit that it's such a bad of me, my bad temper. And i am so sorry for that.

Jadi, apa yang saya coba katakan disini adalah, saya nggak suka berkoar-koar seakan tau segalanya tentang sesuatu. Ketika saya tidak tahu atau tidak mengerti atau kurang mengerti dan ragu akan sesuatu, maka saya akan mengatakan bahwa saya tidak tahu, atau tidak yakin. I don't wanna be a "sotoy" one. Because if in the end you got caught by others that you just pretending to know while you're not, i think, that would be such a shame.

Coba deh, berlaku apa adanya. Menurut saya sih paling enak begitu. Having our own way. Cara berbicara, cara berpikir, cara memandang dan menilai sesuatu, cara bergaul dan sebagainya. Bukankah paling nyaman ketika kita berlaku apa adanya sesuai diri kita sendiri?

I'm not saying that if someone acts or talks like others, then he/she is copying that person. Ada begitu banyak orang di dunia, bahkan berjuta di Indonesia aja. Ga mungkin dong ga ada dua atau beberapa orang dengan gaya bicara, berpakaian, atau apapun yang sama? Mustahil. Impossible. Yang gaada di dunia ini itu dua orang dengan kisah hidup yang sama, exactly the same, itu emang gaada. Tapi kalau "gaya" yang sama, having the same way of doing something, pasti ada.

Tapi coba deh, berlaku jujur seadanya kita. Kadang manusia itu emang biangnya sotoy dan pura-pura, menurut saya. Biar apa sih? Takut dinilai orang "cetek"? Takut dibilang ga gaul atau up to date? Takut direndahin? Ga juga kali. Ga semua orang sepicik itu ko. Ada banyak orang yang akan dengan senang hati memahami ketidaktahuan kita akan sesuatu, dan mereka biasanya akan dengan senang hati menjelaskan dan membagi hal tersebut pada kita, esp if we ask for that, politely. Makanya, kita juga sebagai manusia jangan terlalu "peres". Ga tau, bilang gatau, iya bilang iya, enggak ya bilang enggak. Jangan main latah ikutan orang lain.

Kita yang paling tau siapa diri kita sendiri. We have full control of what we're doing in this world. Kalau berlaku salah, ya itu salah kita sendiri, begitupun kalau benar. Jujur pada diri kita sendiri merupakan sebuah langkah menghargai diri, dan saya rasa itu penting bagi pembentukan jati diri seseorang. Selama itu bisa buat perbaikan diri kita, terima aja feedback atau kritik dan saran dari orang lain. Tapi kalau itu emang hanya cemooh ga jelas bahkan ga berdasar, ya jangan diambil pusing. Do what we think is the best one out of the choices we have. And being honest is always a right thing to do.

Kadang saya kesal ketika mengajari adik saya belajar, setelah saya ulang beberapa kali, saya tanya "udah ngerti?" Jawabnya "iya udah", tapi ketika ditanya dan dikasih problem yang sama, ga bisa menyelesaikannya. Terus yang udah ngerti itu apa dong? Karena seringnya ketika kita tidak berkata dan berlaku jujur, yang ada malah diri kita sendiri yang kena batunya, dibikin susah pada akhirnya. Iya kan? Makanya, how nice it is if we acknowledge ourselves, and act the way how we actually is, say what we actually mean... Honestly.

Udah sih itu aja yang lagi saya mau bagi kali ini. Bukan karna apa-apa, cuma lagi kepikiran aja topiknya. Dan ini juga semacam self reminder buat diri saya sendiri. Saya teramat sangat mencoba berperilaku sesuai apa yang saya ingin lihat dari dunia dan orang lain. Saya sangat mencoba untuk tidak berperilaku layaknya apa yang tidak saya sukai jika orang lain lakukan. Maka itu, ini cuma semacam "sapaan" kecil aja bagi siapapun yang membaca, termasuk diri saya sendiri. Because being yourself is the best way to act. And of course, be the best version of yourself, first.


Regards,
Aninda Restu U.

Followers

Follow The Author