Saturday, November 28, 2015

Attending Meet Up Event by JLP (Jakarta Learns Programming)

Share it Please
Hello peeps! Hari sabtu ini saya berkelana ke tengah kota Jakarta demi mencari sebongkah ilmu(?) *halah hahaha maafkan terlalu hiperbola. Lol. Jadi hari ini saya dan beberapa teman saya janjian menghadiri event meet up yang diselenggarakan oleh JLP (Jakarta Learns Programming). Meet up ini bertempat di @america. Hah, di Amerika? Bukan. Haha. 

@america itu semacam pusat kebudayaan Amerika di Jakarta, di situ sering ada macam2 event dan banyak informasi serta pengetahuan khususnya buat kalian yang memiliki ketertarikan tentang Amerika, termasuk studi nya. Nah acara meet up with JLP tadi berlangsung dari pukul 13.00 sampai 15.30 WIB.

Saya, Tami, Dinda, dan Vitra mengetahui event ini lewat informasi dari senior kami di Sarmag SITI. Oh iya Sarmag SITI itu merupakan himpunan mahasiswa Program Sarmag Sistem Informasi dan Teknik Informatika Universitas Gunadarma. Menurut apa yang saya pahami sih, Sarmag SITI dibentuk sebagai wadah sharing ilmu dan belajar bersama untuk mahasiswa SI dan TI, karena cakupan ilmu kami agak berbeda namun saling melengkapi, sepaham saya yaa cmiiw hoho. Nah lanjut akhirnya kami berempat, tanpa Aul yang masih di Kalimantan, sepakat buat hadir di event ini.

Saya berangkat naik busway, eh, Transjakarta koridor 9A jurusan Cililitan (PGC 2)-Grogol, transit di shelter Semanggi, lalu lanjut naik armada koridor 1 jurusan Blok M-Kota. Pas transit di Semanggi, waduh saya baru pertama kali, biasanya sekedar lewat dan liat aja, daaaan jembatan transit nya menyita waktu banget! Panjangnya Maasyaa Allah huhu. Tapi mayan banget buat sekalian excercise ala-ala. Lol. Nah setelah transit ke halte Benhil, naik tuh sampe Halte Polda Metro Jaya. Dari situ, jalan lagi mayan lah ke dalem komplek SCBD, nah Pasific Place ga jauh banget sekitar 500m lah.

Saya janjian sama dinda vitra tami yang naik kereta dari Depok ketemuan jam 12.00 depan PP. Sayangnya, karena simpang kuningan macet dan transit busway saya yang makan waktu, saya sampai di sana sekitar jam 12.35. Nah udah tuh saya masuk mal ngelewatin beberapa security dan anjing pengaja (yang serem), langsung naik ke lantai 2 menuju mushalla. 

Habis sholat, Saya dinda vitra langsung ke lantai 3 @america ke venue acara nyamper Tami dan dua temannya yang udah sampe duluan. Pemeriksaan metal detector dua kali, titip barang di locker, regist, sampe deh kita di lokasi. Ga lama, teman sekelas kami Mahfudin juga dateng ternyata. Terus ada kakak-kakak TI Sarmag juga. Wah rame.

Acara pun mulai. Dibuka MC dari @america, lanjut dipandu Moderator dari JLP. Pembukaan oleh Founder JLP Kak Sigit, terus langsung masuk sesi utama Talk Show dengan Guest Kak Ivan, Kak Fauzan, dan Kak Sofian. Ga bisa jelasin satu-satu mereka ini kerjanya apa, takut khilaf salah haha, yang jelas mereka programmer dan bekerja di bidang IT, dan sangat sangat kompeten di bidangnya. Anyway selain kak Haidar (Founder JLP), kak Fauzan sang Guest ternyata alumnus Gunadarma juga looh. Dan beliau sempet bilang awalnya pengen masuk kampus sebelah, eh karena sadar mungkin skill nya belum memadai masuknya ke "sini". Hahaduh saya dan teman-teman pun spontan ketawa, kok sama toh kak. Lol. Lupakaaan itu hanya selingan haha.

Talk Show nya menurut saya pribadi sih seru, intinya 90% about inspiration, the goals are to build motivation and give inspirations regarding programming and its world. Ngena banget. Memotivasi banget dari masing-masing cerita dan pengalaman tiap Guest. Dan ada beberapa poin yang saya mark banget dari meet up tadi, ini diaa nih.

1. Programming is FOR EVERYONE. Buat jadi programmer, seseorang ga harus memiliki educational background di bidang IT ko. Bahkan salah satu guest, kak Sofian itu kuliahnya jurusan TI, tapi Teknik Industri, dan ga sempat menuntaskan program S1 nya. Tapi jangan salah, beliau malah bangun perusahaan IT sendiri loh, dan jadi dosen IT. Hebat yaa

2. Being a programmer IS NOT INSTANT. It needs process, and determination. Balik ke point 1, semua orang bisa belajar programming dan jadi programmer, tapi semuanya ga instant, butuh niat belajar. Yaa just look into the real life, every great achievement needs a process right? Sometimes even a long one. Jadi jangan nyerah, pupuk terus tekad, asal ada niat dan kemauan, insya Allah bisa tercapai.

3. There's this "quote" and even Meme spreads everywhere... It's written like this, "A programmer has no life". No life disini means social life gitu lah yaa kayaknya. Dan menurut Kak Ivan, that statement is totally worng. PROGRAMMER IS LIVING HIS LIVE, AND HIS DREAMS. Ga mungkin bahas definisi LIFE itu apa, karena everyone living their lives in their own way, right? Pendapatnya bakal bias sesuai pola pikir dan preferensi pola hidup masing-masing. Intinya mereka programmer enjoy  mengerjakan apa yang mereka kerjakan, dan menjalani hidup sesuai passion mereka, walaupun emang seringnya programmer kerja nya malem ke pagi. In reverse with common people.

Dari talk show tadi juga saya suka banget sama perkataan salah satu guest yang gini "Sekarang kita bisa ngomong ke orang gini, lu belanja online, enak kan? Gampang? Cepet, transfer, barang sampe? Lo tau gak dibalik itu, orang-orang yang HAS NO LIFE ini yang kerja" haha. Jadi intinya, a developer, a programmer, bekerja membuat Humans life gets easier and easier these days and ahead. Dan bisa dikatakan, there's almost NO END TO IT DEVELOPMENTS in this world (ya tentunya selain akhir kiamat ya hehe), which means the work fields of Programmer is always widely open til years ahead.

Oh iyaaa setelah akhir sesi talk show, ada sesi QA alias tanya jawab. Banyak tuh yang nanya, dan semua puas akan jawaban para guest. Daaan jengjeeeng, ada seorang wanita berjilbab yang bertanya. Maaf yaa, maaf, tapi menurut kami beliau udah "dewasa" gitu dan pas nanya beliau bilang sudah kerja, bukan di dunia IT dan background IT, tapi beliau suka belajar bahasa. Iya ya, programming kan bahasa juga. Dan beliau ini belajar Python dari sebuah web code-class gitu. Terus beliau ini antusias banget nanya langkah apa yang harus dan bisa dilakuin setelah misalnya selesai belajar bahasa python.

Naaah kenapa saya bahas beliau tadi dan pertanyaannya? Karena mentally, saya merasa tertampar. TAMPAR? iya, ngerasa ditampar, for sure. Gimana enggak? Saya, mahasiswi faculty of computer science, majoring in information system, udah gitu program Sarmag pula, ya masa "kalah" sama beliau ini? Udah "dewasa", tapi masih semangat belajar hal baru yang notabene bukan "lahan" nya. Saya? masih sangat payah banget programming nya.

Dan tadi ada juga wanita seorang dosen IT gitu nanya ke kak Sofian yang adalah dosen juga, gimana cara ngajar yang efektif dan meningkatkan motivasi mahasiswa belajar programming. Dan ah disitu lagi saya ngerasa ditampar.

Saya calon dosen IT juga, tapi sekarang menginjak tahun ketiga kuliah saya masih "gini-gini" aja. Kalau dibiarin gini terus, gimana nanti saya ngemban tanggung jawab ngasih ilmu ke anak orang? Saya bukan ga usaha, saya paling benci dan ga suka sama mereka yang do nothing, tapi saya ngerasa kadang usaha saya belum cukup keras, karna resultsnya so far ya masih segini aja. Saya takut, bener deh. Ah, i'm gonna make harder efforts ahead, I SHOULD. Semoga bisaa huhu bismillah :')

Intinya sih meet up event tadi itu bisa dibilang berkesan buat saya. Efektif kah? Liat nanti. Jika saya benar-benar bisa "upgrade" diri saya dalam hal berusaha dan belajar until my programming skill gets better, insya Allah itu bisa dibilang kehadiran saya di event tadi efektif. Semoga yaaa bismillah. Yaudah itu aja, intinya mau berbagi cerita dan sedikit inspirasi dari acara yang saya dan teman-teman hadiri siang tadi. Hopefully it could be such a help, no matter how small it is, to anyone who read this. That's it for tonight, thanks for reading. See ya!^^
(p.s. Sorry for the too-long article. Hehe)

Regards,
Aninda Restu U.

Followers

Follow The Author